Hampir dua tahun absen tanpa aktif menengok dunia maya, akhirnya ada juga waktu dan kesempatan untuk kembali berkecimpung di sini. Ada satu pengalaman yang cukup menggelitik dan mengganggu pikiran.
Awalnya saat bermain ke tempat kost seorang gadis dengan seorang rekan. Lima belas menit berlalu tanpa terasa, tiba-tiba yang punya kost muncul. Setelah berbasa-basi pemilik kost mengajak bermain bulutangkis. Cuaca sore memang cukup cerah.
Setengah jam yang melelahkan berlalu. Pemilik kost mengajak berbincang-bincang seputar permainan bulutangkis tadi.
“Permainan kalian tadi cukup bagus, tapi tahu tidak kenapa saya tidak mau berusaha mengambil “shuttlecock” yang jatuhnya terlalu jauh?” Tanyanya penuh semangat.
Belum sempat aku menjawab, pemilik kost tadi sudah langsung menjelaskan maksud permainan yang tadi. Aku berdua hanya bisa berdiam dan mendengarkan penjelasannya.
Lima belas menit berlalu. Berarti sudah sekitar satu jam aku dan rekanku berada di tempat kost tersebut. Menjelang maghrib aku pamit pulang.
Di rumah, penjelasan itu masih menghantui pikiranku. Seakan mau menolak dan membantah penjelasan itu. Namun akhirnya hati kecilku membenarkannya. Hal yang masih mengganjal hanya mengenai proses mencari teman yang dibicarakan oleh pemilik kost tadi.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mencari teman : yang pertama, lihat kepintarannya. Jika ia tidak mempunyai kepintaran yang bisa dimanfaatkan maka tinggalkan saja. Yang kedua, lihat kekayaannya. Jika ia tidak mempunyai kekayaan yang dapat digunakan maka tinggalkan saja. Yang ketiga, lihat Kekuatan fisiknya. Jika ia tidak mempunyai kekuatan fisik yang bisa diandalkan maka tinggalkan saja.
Itulah tiga hal yang masih mengusik benakku, hingga sekarang.
Bagaimana dengan anda?
Filed under: Aktifitas | Tinggalkan sebuah Komentar »
