• Kalender

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Des    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Waspadai Temanmu !

Hampir dua tahun absen tanpa aktif menengok dunia maya, akhirnya ada juga waktu dan kesempatan untuk kembali berkecimpung di sini. Ada satu pengalaman yang cukup menggelitik dan mengganggu pikiran.

Awalnya saat bermain ke tempat kost seorang gadis dengan seorang rekan. Lima belas menit berlalu tanpa terasa, tiba-tiba yang punya kost muncul. Setelah berbasa-basi pemilik kost mengajak bermain bulutangkis. Cuaca sore memang cukup cerah.

Setengah jam yang melelahkan berlalu. Pemilik kost mengajak berbincang-bincang seputar permainan bulutangkis tadi.

“Permainan kalian tadi cukup bagus, tapi tahu tidak kenapa saya tidak mau berusaha mengambil “shuttlecock” yang jatuhnya terlalu jauh?”  Tanyanya penuh semangat.

Belum sempat aku menjawab, pemilik kost tadi sudah langsung menjelaskan maksud permainan yang tadi. Aku berdua hanya bisa berdiam dan mendengarkan penjelasannya.

Lima belas menit berlalu. Berarti sudah sekitar satu jam aku dan rekanku berada di tempat kost tersebut. Menjelang maghrib aku pamit pulang.

Di rumah, penjelasan itu masih menghantui pikiranku. Seakan mau menolak dan membantah penjelasan itu. Namun akhirnya hati kecilku membenarkannya.  Hal yang masih mengganjal hanya mengenai proses mencari teman yang dibicarakan oleh pemilik kost tadi.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mencari teman : yang pertama, lihat kepintarannya. Jika ia tidak mempunyai kepintaran yang bisa dimanfaatkan maka tinggalkan saja. Yang kedua, lihat kekayaannya. Jika ia tidak mempunyai kekayaan yang dapat digunakan maka tinggalkan saja. Yang ketiga, lihat Kekuatan fisiknya. Jika ia tidak mempunyai kekuatan fisik yang bisa diandalkan maka tinggalkan saja.

Itulah tiga hal yang masih mengusik benakku, hingga sekarang.

Bagaimana dengan anda?

Kembali ke Huruf Hanacaraka

Untuk orang Jawa Tengah memang sudah tidak asing lagi dengan Huruf “hanacaraka”, namun lain halnya dengan saya yang diakuinya sebagai turunan orang jawa. Meski kedua orang tua berasal dari Jawa Tengah (Klaten, Delanggu, Kali Tengah) tapi aku lahir dan besar di Jakarta.

Kenal huruf “hanacaraka” pada waktu SMA ketika ingin membuat bahasa sandi untuk komunikasi antar teman. Maklum bahasa semaphore (yang menggunakan bendera), dan bahasa sandi lainnya yang ada di “Pramuka” tidak tertarik karena banyak yang sudah tahu.

Ayahku yang mengenalkan sekaligus mengajarkan huruf hanacaraka, namun setelah ayahku tiada (meninggal dunia) tidak ada lagi yang mengajarkan padahal masih banyak yang ingin ku ketahui.

Setelah lebih dari 20 tahun tidak ada yang mengajarkan, baru hari ini dapat mencoba untuk berkreasi kembali menggunakan huruf Jawa (hanacaraka), yang font hanacaraka di dapat dari situs : ini

Lega rasanya dapat berkreasi kembali, meski baru dapat melakukannya di komputer sendiri, namun mohon maaf sebelumnya karena tulisan dengan menggunakan huruf hanacaraka belum bisa ditampilkan di blog ini karena memang belum mengetahui caranya.

Bona Taon

Nana and Ita
Hasil Liburan Akhir Tahun 2008. Dua sejoli yang sedang berlibur di atas Jembatan Kereta kali Bogowonto, menunggu awal tahun 2009. Di ambil dengan menggunakan HP yang tidak ber-merk terkenal, kayanya buatan Cina.

Nyaris Terabaikan

Ucapan selamat seharusnya disampaikannya kemarin. Entah lupa atau sengaja. Yang jelas waktu bangun tidur pagi tadi disampaikannya. Terlambat… tidak juga. Nyatanya aku sendiri tidak mengucapkannya waktu kemarin. Apa karena sudah lima belas tahun usia perkawinan itu ? Entahlah.

Suka duka sudah kulewati bersama, namun masih ada saja yang kurang. Padahal anak sudah ada, rumah sudah punya (meski masih di wilayah tanah orangtua). Lalu apa yang kurang.

Baru muncul jawabannya setelah menjelang senja. Aku kurang membekali anak dan istriku tentang bagaimana menghadapi dunia yang fana ini. Khususnya bekal agama. Sempat terlintas kembali perkataan adikku dalam menyikapi hidup.

Aku harus dapat menuntun dan membimbing keluargaku. Aku tak ingin memasuki surga sendirian. Minimal keluargaku harus turut serta. Ucapan adikku itu masih terekam dibenakku.

Mulai dari diri sendiri, dari yang terkecil dan dari sekarang. Begitu ucapan AA Gym. Apa salahnya aku jalankan. Semoga bisa membimbing dan menjadi panutan di keluargaku. Amien.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.